Karya Kreatif di Sumatera Barat Dihargai

Padang - Membangun jembatan komunikasi karya kreatif di Sumatera Barat mulai terjalin. Pemerintah provinsi Sumatera Barat, melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) memberikan penghargaan untuk sutradara film Salisiah Adaik, Ferdinand Almi.

Kegiatan tersebut diadakan disela - sela kegiatan Nougat Release Party, yang digelar komunitas Android Ranah Minang (ARM). Dalam kegiatan tersebut hadir sekitar 300 orang yang terdiri dari 40 komunitas yang tersebar di daerah ini

"Kami menghargai setiap karya kreatif yang ada di Sumatera Barat. Selama ini dilakukan dalam lomba - lomba dan iven," kata Aprimas, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif berbasis media, desain dan Iptek (Ekraf MDI) Dinas Parekraf Sumbar dalam kegiatan itu.

Mewakili Kadis Parekraf, Aprimas menyebutkan pemerintah provinsi Sumatera Barat mengapresiasi setiap karya kreatif di Sumatera barat. Ia menyebutkan penghargaan lepas terhadap karya kreatif ini akan reguler diadakan setiap tahunnya, dengan proses yang akan disusun bersama dengan komunitas di Sumatera Barat

Aprimas juga mensosialisasikan tentang wisata halal yang menjadi fokus pemerintah provinsi Sumatera Barat. Ia menyebutkan proses vote yang ada sekarang membutuhkan partisipasi masyarakat agar Sumatera Barat terpilih sebagai destinasi wisata halal Internasional dalam kompetisi World's Halal Tourism Award 2016 di Abu Dhabi.

Sumatera Barat berhasil mengikuti tiga kategori yaitu sebagai destinasi wisata halal terbaik, destinasi kuliner halal terbaik dan ero tour sebagai operator wisata halal terbaik.

"Sebelumnya kita juga menang pada restoran terbaik, pada kompetisi nasional. Namun karena kategori ini tidak ada di WHTA, maka hanya tiga yang masuk," sebutnya

Proses vote merupakan salah satu bagian dari mewujudkan Sumatera Barat sebagai destinasi wisata halal, tambah Aprimas.

Didit P Santoso, Kadis Parekraf juga menyampaikan untuk mewujudkan program wisata halal telah ada nota kesepahaman seluruh kepala daerah dihadapan kemenpar. Pemerintah Sumatera Barat juga serius merangkul seluruh lembaga untuk bersama - sama membangun daerah, melalui  Pokja Percepatan Wisata Sumatera Barat.

"Membangun pariwisata Sumatera Barat harus bersama - sama, karena ini merupakan sektor yang saling terkait," sebutnya pada rapat persiapan Pokja Percepatan wisata Sumatera Barat.

Dalam kegiatan itu juga dikupas tentang film Salisiah Adaik yang dipandu oleh Emen dari Info Sumbar. Film ini ternyata merupakan kisah nyata dari Ferdinand Almi, sebagai sutradara film. Salisiah Adaik juga dinobatkan sebagai nominator festival film Maya.

Android Minang Nougat Release Party.

Nagugat Release Party merupakan salah satu dari berbagai kegiatan yang digelar komunitas Android Ranah Minang (ARM). Komunitas yang bergerak di bidang komunikasi dan informasi teknologi berbasis Android ini menghadirkan ratusan anak muda dalam puluhan komunitas di Sumatera Barat

Menurut Doni Satria Ihsan, ketua umum ARM kegiatan tersebut merupakan ajang sosialisasi dari OS (Operating System) dari Android yaitu Nougat. "Software ini telah dipakai oleh produsen telefon selular," sebutnya sambil menyebutkan sebuah pabrikan usai acara.

Acara Naugat Release Party, dihelat untuk keakraban dengan penampilan kreasi anak-anak muda Sumatera barat serta berhadiah merchandise dari berbagai sponsor.

Film Salisiah Adaik

Film karya mahasiswa Jurusan Televisi Institut Seni Indonesia Padang Panjang, Sumatera Barat, Ferdinand Almi, merupakan karya mahasiswa dan berhasil meraih nominator Piala Maya 2014 untuk kategori Film Daerah Terpilih tahun ini. Salasiah Adaik juga merupakan kisah nyata sang sutradara.

Film ini mengangkat fenomena adat dan budaya di Sumatera Barat yang dikemas baik dalam bentuk film. Piala Maya adalah Festival Film untuk Film Indonesia yang digagas media Film Indonesia, yang tahun ini diselenggarakan untuk ketiga kalinya.

Penjurian Festival Film Piala Maya menggunakan tiga sistem Komite yakni Komite Seleksi dari kalangan masyarakat dan pencinta film, Komite Kategorisasi dari kalangan pelaku industri film dan sineas dan Komite Umum dari kalangan tokoh masyarakat, praktisi dan ilmuwan.

Piala Maya adalah festival film yang tahun ini mengusung tema "Cinta Cita Cipta Film Indonesia" dan memantapkan pada festival film yang berorientasi anak-anak muda kreatif yang tetap cipta Indonesia, khususnya film Indonesia.

Film ini, kata Ajo, panggilan Ferdinand Almi, bercerita tentang kisah dua sejoli yang memiliki tata cara pernikahan yang berbeda. Muslim adalah bujang dari Pariaman, sementara Rosa adalah gadis Kabupaten Limapuluh Kota.