Macam - macam Perlombaan Tradisi Minangkabau Dalam Festival Pesona Danau Maninjau 2016

AGAM - Dalam rangka menggali kembali dan sekaligus promosi pariwisata dan budaya, Pemerintah Kabupaten Agam menggelar Festival Pesona Danau Maninjau tahun 2016 yang dilaksanakan di taman muko-muko dan dibuka oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit, Kamis (3/11/2016).

Pembukaan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Agam Trinda Farhan, Plt. Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Didit, Forkopimda Kabupaten Agam, Kepala SKPD Kabupaten Agam dan para pemuka-pemuka adat.

"Festival ini akan berlangsung dari 3-6 November, dengan beberapa perlombaan, diantaranya dayung tradisonal se-sumbar, talempong aguang, tambua tansa, saluang tradisional dan pameran kerajinan anak nagari," terang panitia penyelenggara Hadi Suryadi.

Sementara itu, wakil bupati Agam, Trinda Farhan menyatakan, festival ini adalah sebuah langkah untuk kembali menggali dan mempromosikan wisata di Kabupaten Agam, dan festival ini digelar setiap tahunnya.

"Agam adalah daerah yang memiliki potensi pariwisata lengkap, wisata alam seperti laut, danau, gunung dan hutan serta tidak ketinggalan pula wisata budaya dan kulinernya seperti itiak lado hijau dan nasi kapau," ujarnya.

Menurutnya, saat ini, segala potensi wisata di Kabupaten Agam bisa menggeliat kembali, namun tentunya dengan kerjasama dengan seluruh masyarakat, pemerintah dan pemangku adat. "Saya mengharapkan hal tersebut, karena apabila itu terwujud maka akan berdampak langsung untuk mensejahterakan masyarakat Agam," harapnya.

Sebelum membuka festival tersebut, Nasrul Abit menyampaikan, hampir seluruh daerah di sumatera barat memiliki banyak potensi wisata, namun tidak semua dikembangkan, karena jumlah nya tersebut.

"Cukup satu potensi wisata yang dibangun didaerah, dan itu tidak boleh sama dengan daerah lain, sehingga menjadi daya tarik bagi wisatawan," ujarnya.

Kembali, Wagub menyampaikan, bahkan pembangunan wisata tentunya harus ada keseriusan yang ditunjukan oleh kepala daerah. "Bagaimana kami mau membantu, sedangkan kepala daerah nya tidak bersungguh-sungguh untuk mengembangkan potensi wisatanya," tegasnya.

Dipenghujung sambuatannya, dia meminta kepada agar seluruh kepala dearah untuk memperhatikan hal-hal kecil namun sangat menentukan kemajuan pariwisatanya.

"Bagaimana orang mau berwisata ke suatu daerah, sedangkan tarif rumah makan saja tidak lumrah, tarif parkir mahal dan WC nya tidak memenuhi standar, kan kalau orang berwisata itu untuk mendapatkan kesenangan, ketentraman dan kenyamanan," tutupnya.