Festival Wayang Nusantara (Fewanusa)

SAWAHLUNTO - Pertunjukan wayang dengan judul Mbah Suro akan menjadi pertunjukan perdana dalam Festival Wayang Nusantara (Fewanusa) keempat yang digelar 3-5 November di Sawahlunto. Sriyanto yang menjadi kurator pertunjukan pada festival ini mengatakan wayang Mbah Suro akan menjadi pertunjukan utama di malam pembukaan festival.

"Pada pertunjukan wayang malam perdana kita akan menggunakan boneka wayang kulit asli Sawahlunto," katanya Jumat, 28 Oktober 2016.

Sriyanto menjelaskan konsep pertunjukan wayang Mbah Suro, terinsiprasi dari kisah Mbah Suro dan beberapa orang2 tahanan penjajah/orang rantai yang dianggap memberontak pada kolonial Belanda. Akibat perlawanan mereka, sejumlah orang dibuang dan sebagian lagi dipekerjakan dalam proyek besar tambang batubara secara paksa.

"Karena perlakuan terhadap mereka sangat keji, akhirnya para pekerja yang terdiri dari beberapa etnik di nusantara tersebut mengerahkan segala  kekuatanya untuk melawan penjajah," tutur Sriyanto.

Pertunjukan ini nantinya akan dikolaborasikan dengan pertunjukan musik. Wayang akan dilengkapi dengan musik karawitan hasil kolaborasi antara perangkat gamelan Ageng dan beberapa media instrunen musik tradisi Minangkabau serta luar Minangkabau.
Sriyanto mengatakan Fewanusa tahun ini diharapkan dapat mendorong perkembangan Kota Sawahlunto sebagai kota wisata sejarah dan budaya.