DPRD Limapuluh Kota Apresiasi Pariwisata Padang Panjang

Padang Panjang - DPRD Kabupaten Limapuluh Kota memberikan apresiasi terhadap perencanaan pembangunan Kota Padang Panjang, Sumatera Barat (Sumbar) dibidang pariwisata ditengah kemajuan zaman saat ini.

"Kami mengagumi perencanaan pembangunan Padang Panjang dibidang pariwisata yang selama ini ramai dikunjungi oleh wisatawan," kata Ketua DPRD Limapuluh Kota, Safaruddin di Padang Panjang, Kamis.

Hal itu dikatakan Safarunddin ketika melakukan Kunjungan Kerja Komisi III DPRD Limapuluh Kota dalam Provinsi ke Padang Panjang.

Anggota DPRD Limapuluh Kota yang berjumlah 12 orang tersebut dijamu oleh Asisten I Sekretariat Daerah Padang Panjang Soni Budaya Putra, Kepala Dinas Pertanian Ade Nafrita dan sejumlah Kepala Satuan kerja Perangkat Daerah (SKPD) lainnya.

Safaruddin mengatakan, objek wisata di Padang panjang bisa bertahan sekian lama, meski di sejumlah daerah sudah berinovasi dibidang pariwisata untuk menarik pengunjung.

Manajemen pariwisata Padang Panjang yang bagus tersebut, juga menjadi referensi bagi anggota DPRD Limapuluh Kota untuk diterapkan di salah satu Kabupaten yang terletak di bagian Timur Sumbar itu.

Pelaku wisata daerah itu, Soni Budaya Putra memberikan penjelasan kepada anggota Komisi III DPRD Limapuluh Kota tentang sejarah kepariwisataan di Padang Panjang.

Ia mengatakan, yang menjadi daya tarik didunia pariwisata di kota yang berjuluk "Serambi Mekah" itu sebelumnya hanya satu yakni, Minang Fantasi (Mifan) dalam kurun waktu delapan tahun terakhir.

"Namun untuk saat ini, kami sudah mulai berinovasi untuk mengembangkan dunia pariwisata, selain Mifan seperti pemandian Lubuk Mata Kucing dan lainnya," ujarnya.

Untuk Mifan sendiri terangnya, Pemkot Padang Panjang bekerjasama dengan pihak ketiga, karena sebelum pendirian salah satu wahana air itu lokasinya tidak bisa menghasilkan PAD.

"Lokasi Mifan dahulunya dinamakan perkampungan Minangkabau Village, yang besar pengeluaran dari pada pendatapan, sehingga timbul perencanaan untuk dikembangkan yang bekerjasama dengan pihak ketiga," katanya.

Seiring berjalannya waktu, lanjutnya, dengan adanya kerja sama dengan pihak ketika, Padang Panjang bisa disulap menjadi daerah tujuan wisata hingga saat ini.