Festival Siti Nurbaya Dipusatkan di Muaro Lasak

Padang - Pemerintah Kota (Pemkot) Padang, Sumatera Barat (Sumbar), memusatkan pelaksanaan kegiatan seni dan budaya tahunan Festival Siti Nurbaya (FSN) keenam di Monumen Merpati Perdamaian pantai Muaro Lasak pada 7 hingga 10 September 2016.

"Ini kali pertama pelaksanaan Festival Siti Nurbaya di Monumen Merpati Perdamaian semenjak digelar pada 2011 lalu," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Padang, Medi Iswandi selepas pembukaan kegiatan tersebut, di Padang, Rabu.

Dia menyebutkan alasan pemusatan kegiatan di Monumen Merpati Perdamaian karena objek tersebut dalam waktu singkat telah jadi pusat perhatian meski baru diresmikan tahun ini. Disamping itu, tambah dia Monumen Merpati Perdamaian juga perlahan jadi simbol atau identitas baru kota Padang saat ini.

"Dari latar belakang hal itu menjadikan pusat kegiatan kreatifitas anak nagari ini cukup tepat dilaksanakan di lokasi tersebut," ujarnya. Dalam Festival kali ini, sebut dia menampilkan konsep dan peserta yang berbeda termasuk lomba yang baru digelar pada tahun ini.

Pada tahun ini, kata Medi pihaknya sengaja melibatkan komunitas pemuda dan siswa sekolah untuk terlibat lebih banyak dalam semua kegiatan. Selain tentunya tetap melibatkan perwakilan dari 11 kecamatan yang ada di Padang.

Sedangkan beberapa lomba yang sedikit berbeda dari sebelumnya seperti lomba panjat pinang yang hadiahnya seekor kambing. Kemudian lomba maelo pukek, lomba marandang, lomba buat teh telur dan fotografi yang semuanya peserta dari generasi muda di kota Padang.

"Tujuan melibatkan lebih kaum muda ini sebagai langkah pemberian tongkat eatafet untuk perkembangan kebudayaa dan pariwisata Padang," ujarnya. Dia berharap kegiatan ini menjadi agenda identitas kota Padang dan khas dimiliki kota.

Untuk itu dia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat di Padang untuk ikut serta dan berkunjung ke Festival Siti Nurbaya tersebut.
"Mari bersama kami lestarikan adat dan budaya Minangkabau sekaligus mempromosikan pariwisata Padang ke dunia internasional," sebutnya.

Senada itu salah satu peserta pawai pada pembukaan Festival Siti Nurbaya tersebut Fachrul (32) juga berharap kegiatan ini menjadi ajang penggalian potensi dan kreatifitas pemuda di Padang.

Menurut salah satu dosen tersebut dari kegiatan ini para pencari bakat dari berbagai bidang bisa melihat potensi yang dimiliki dan dapat ditindak lanjuti. Sebagai contoh, katanya yang mahir dalam randai dan silat bisa diarahkan ke organisasi olahraga atau pelaku budaya.

Sementara itu kegiatan Festival Siti Nurbaya telah resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Emzalmi pada Rabu dengan pemukulan gendang tambur, Rabu. Pada pembukaan itu juga digelar pawai yang mengelilingi pantai Padang mulai dari Cimpago hingga Muaro Lasak yang terdiri atas perwakilan 11 kecamatan se Padang, dan 24 Komunitas pemuda.

Dalam pawai tersebut ditampilkan berbagai kesenian dan kebudayaan khas dari nagari masing masing seperti pakaian adat berbahan daun, seni randai, pencak silat dan beberapa atraksi komunitas.