Sumbar Siap Terapkan Wisata Halal

Pemerintah provinsi optimistis mampu menerapkan wisata halal bagi wisatawan yang berkunjung di sejumlah objek wisata di Sumbar. Selain itu, pemprov berencana menjadikan Kabupaten Kepulauan Mentawai sebagai zona khusus wisata.

Hal itu diungkapkan Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin (19/8). Menurutnya, pemprov terus mengoptimalkan koordinasi dengan kabupaten/kota untuk memajukan pariwisata. “Destinasi wisata unggulan disiapkan untuk menarik kunjungan wisatawan muslim melalui penerapan wisata halal,” ujarnya.

Katanya, saat ini Kementerian Pariwisata sudah memiliki pedoman usaha hotel yang halal dengan menyiapkan pelayanan dan fasilitas tempat ibadah, rumah makan atau restoran yang mampu menyiapkan makanan halal.

”Sertifikasi halal itulah yang tengah ditunggu Pemprov Sumbar untuk menjadi provinsi di Indonesia yang menerapkan pariwisata halal, selain Lombok di Nusa Tenggara Barat, dan Provinsi Aceh,” jelasnya.

Katanya, konsumen wisata halal yakni wisatawan dari negara mayoritas muslim. Wisatawan tersebut tentunya membutuhkan makanan halal dan tempat ibadah yang representatif.

“Sebenarnya hal tersebut sudah berjalan di Sumbar sejak dulunya dan hal itu membuktikan kalau Sumbar sudah siap menerapkan wisata halal,” kata mantan Bupati Pessel dua periode itu.

Secara teknis pariwisata halal di Sumbar ini masih dalam proses persiapan kelengkapan agar sesuai dengan standar yang diinginkan wisatawan dari Malaysia dan Timur Tengah yang bakal jadi penikmat pariwisata halal ini nantinya.

Selain itu, dalam penerapan wisata halal, Pemprov Sumbar juga akan menggandeng Majelis Ulama Indonesia, terkait bagaimana menyajikan makanan halal, seperti menyajikan makanan berbahan daging. Pertimbangan MUI itu dibutuhkan, salah satunya untuk memberikan masukan tentang pemotongan hewan dan  pengolahan pangan sesuai syariat.

Selain itu, pemprov bersama pihak terkait perlu kunjungan ke Lombok yang telah mendapat predikat wisata halal terbaik dunia. Meski demikian, Nasrul Abit mengingatkan bahwa meski sudah diterapkan pariwisata halal, tidak ada larangan bagi wisatawan asing dari Eropa yang kebanyakan non-muslim untuk menikmati keindahan pariwisata Sumbar.

Pada lokasi umum di kabupaten/kota yang memilki objek wisata akan dipasang pengumuman agar mereka tak berjemur, atau larangan berpakaian yang tidak sesuai syariat Islam. Pasalnya,ada kawasan khusus yang dapat digunakan mereka di objek wisata tertentu.

”Ini antisipasi  agar tidak membuat heboh seperti yang terjadi beberapa waktu lalu di Pantai Padang,” ujarnya.