Padang Gelar Festival Siti Nurbaya 7-10 September

Padang - Pemerintahan Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), menggelar Festival Siti Nurbaya untuk yang ke-6 kalinya pada 7-10 September 2016. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Padang Medi Iswandi di Padang, Selasa, mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk membangkitkan semangat masyarakat untuk memahami budaya, sehingga tidak hilang di tengah-tengah masyarakat.

"Kalau tidak ada kegiatan atau lomba budaya, maka keinginan masyarakat untuk melestarikan budaya akan sangat rendah. Dengan adanya kegiatan ini maka motivasi untuk melestarikan budaya akan bangkit," ujar dia.

Selanjutnya, dengan adanya kegiatan festival atau lomba ini, maka sanggar-sanggar budaya yang ada di Kota Padang juga akan rajin belajar dan berlatih. Aktifnya sanggar-sanggar yang ada secara langsung akan ikut melestarikan serta mewariskan kebudayaan daerah ke generasi muda. Hal ini, katanya merupakan langkah yang baik, sehingga budaya tidak luntur seiring perkembangan zaman.

"Dengan demikian Pemkot Padang tinggal memfasilitasi mereka dalam memamerkan budaya ke pentas provinsi, nasional, bahkan internasional," katanya.
Dalam acara pembukaan nantinya, akan menampilkan karnaval dan perahu hias di Pantai Muaro Lasak pada pukul 14.00 WIB hingga 18.00 WIB.

Seterusnya, pelaksanaan dalam menampilkan kegiatan tersebut waktunya pagi hingga malam hari. Seperti lomba selaju sampan, lomba maelo pukek, lomba panjat pinang, lomba sosial media,lomba fotografi yang di adakan di pagi hingga sore hari.

Di malam harinya juga dilanjutkan dengan kegiatan nonton bareng film anak nagari, lomba permainan anak nagari, lomba manggiliang lado, lomba mangukua karambia, lomba malamang antar SMA, lomba membuat teh talua, lomba vokal grup lagu minang tingkat SMP, gathering komunitas, serta malam penutupannya diisi dengan acara pentas seni.

Berapa tempat dalam menampilkan festival tersebut yakni di Muaro Lasak, Tugu Perdamaian, dan di Gor Dragon Boat Venue. Untuk penampilan beragam budaya terebut, Disbudpar membagikan satu jenis budaya kepada setiap kecamatan yang ada di daerah tersebut.

"Terkait budaya apa dan kecamatan mana yang akan menampilkan salah satu budaya, maka Disbudpar lah yang menetapkan," kata dia.

Sebelumnya, kata dia masing-masing kecamatan mengajukan permohonan yang ditujukan ke pihak Disbudpar dan melampirkan budaya-budaya apa saja yang ia pahami dan apa yang akan ditampilkan.