Menpar: Mandeh Raja Ampatnya Sumatera

Padang - Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebut Kawasan Wisata Bahari Terpadu Mandeh yang berlokasi di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), merupakan Raja Ampatnya Sumatera karena memiliki keindahan yang tidak kalah menarik dibandingkan objek wisata lainnya. "Oleh sebab itu untuk meningkatkan popularitas dan kunjungan wisatawan ke Mandeh perlu dilakukan tiga upaya yaitu pembenahan objek wisata, peningkatan akses dan membangun penginapan," kata dia di Padang, Jumat. Ia menyampaikan hal itu pada penandatanganan kesepakatan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan dengan Bank Tabungan Negara tentang pengembangan homestay di Kawasan Mandeh. Menurut dia, secara aktraksi kawasan Mandeh sudah bagus dan jika ramai dikunjungi yang paling banyak mendapatkan manfaat itu adalah Kota Padang. Sebab para pengunjung ketika berkunjung ke Mandeh biasanya akan menginap di Padang. Oleh sebab itu tidak perlu khawatir kalau Mandeh dibangun, kata dia. Kemudian yang kedua untuk meningkatkan kunjungan ke Mandeh perlu diperbaiki akses yang ada, rencananya akan dibangun jalan sepanjang 42 kilometer, jadi jarak tempuh dari Padang cukup 45 menit, katanya. Berikutnya aspek yang perlu dikembangkan di Mandeh adalah pembangunan penginapan dan untuk jangka pendek dapat dilakukan oleh masyarakat dengan membangun homestay. Sementara untuk jangka panjang dapat dilakukan dengan membangun hotel dan resort seperti di Nusa Dua Bali, ujarnya. Ia meminta pemerintah provinsi dan pemerintah daerah bergerak cepat agar pengembangan Kawasan Wisata Bahari Terpadu Mandeh dapat dikebut. "Kepala daerah jangan lelet, memberikan bukti jauh lebih baik ketimbang hanya banyak bicara," katanya. Sebelumnya Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni mengatakan untuk infrastruktur sudah mulai dilengkapi melalui anggaran pemerintah daerah dan APBN, di antaranya akses jalan menuju Mandeh dan fasilitas jamban dan tempat sampah. Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan sudah berkomitmen untuk mengembangkan potensi wisata bahari, serta membuka peluang bagi penanam modal untuk berinvestasi, kata dia. Ia mengatakan pengembangan sektor pariwisata menjadi fokus dalam program pembangunan dan sejumlah kekurangan, seperti infrastruktur dan fasilitas serta sikap masyarakat yang belum membuat nyaman pengunjung terus jadi perhatian serius. Apalagi, kunjungan yang mengalami peningkatan signifikan, dibanding tahun sebelumnya sekitar 15 persen pada musim lebaran 2016 sehingga kemacetan tidak terhindarkan karena ribuan kendaraan tiap hari, lanjutnya. Kawasan Mandeh memiliki keindahan terumbu karang yang tidak kalah dengan tempat lain dimana terdapat sekitar 70 hektare terumbu karang yang masih terawat, kata dia. Selain itu terdapat hutan mangrove seluas 389 hektare serta berbagai biota laut yang beraneka ragam, kata dia. Mandeh juga memiliki teluk yang cukup luas dan indah dengan ombak yang tenang sehingga sangat tepat menjadi tempat rekreasi, lanjut dia. (Jn)