SURFIVAL 2016 Resmi ditutup, Santano Production Sabet Tiga Penghargaan

PADANG - Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sumbar menutup secara resmi Sumbar Film Festival (Surfival) 2016, di Hotel Rocky Padang, Sabtu (30/7). Santano produsction yang berhasil tiga penghargaan antaralain, Film Cerita Terbaik, Siti Padang, Artis Terbaik, Indah dalam film Rumah Mertua, dan Sutradara Terbaik Kadis Pariwisata Sumbar memberikan apresiasi kepada Santano production yang berhasil menyabet Dalam kegiatan yang digelar pertama kali tersebut, Santano Production meraih tiga penghargaan sekaligus, Film Cerita Terbaik, Siti Padang, Artis Terbaik, Indah dalam film Rumah Mertua, dan Sutradara Terbaik, ... dengan film berjudul Rumah Mertua. Tak hanya itu, Film Dokumenter Perkampungan Adat Sijunjung yang diproduksi, Ranah Film Foundation juga meraih dua penghargaan, kategori Film Dokumenter Terbaik dan Piala Bergilir Kemendikbud RI. Sedangkan Film Sahabat dan Cinta yang diproduksi UKK Multimedia 2016, SMKN 4 Padang mendapatkan dua penghargaan, aktor terbaik M Irsyad dan film terfavorit pilihan audiens. Sedangkan, Film Dokumenter terbaik diperoleh Lukah Gulo. Semua pemenang tersebut dipilih juri profesional dibidangnya, seperti Aktor Senior, Ray Sahetapy, Ahli Sejarah, Nusyrwan Effendi, Sutradara dan Penulis Skenario lainnya, Hani R Saputra, Niko Silvido dan S Metron. Tambahnya, sektor perfilman merupakan suatu potensi yang harus terus dikembangkan di Sumbar. Kegiatan ini diharapkan dapat memicu dan memacu kreativitas para sinesas/filmaker muda Sumbar kaaren sejarah pernah mencatat para tokoh perfilman nasional banyak lahir dari ranah minang seperti Umar Ismail (Bapak Film Indonesia), Asrul Sani (sutradara dan penulis), Yasman Yazid (sutradara film), dan juga didukung kultur yang sangat indah semua ini merupakan potensi yang harus terus dikembangkan. Pada kesempatan tersebut, Ray Sahetapy mengajak anak muda ranah minang untuk menunjukan potensi diri. "Ayo tunjukkan potensi diri sendiri dan gali dan berkembanglah raih kesempatan," ucap putra asli Manado ini. Hal senada juga diungkapkan Juri, Nusyrwan Effendi. "Saya berdebar-debar memberikan komentar terhadap karya yang masuk dalam perlombaan. Sangat kreatif sekali. Ceritanya sangat menginspirasi tentang realitas dan sosial dan budaya orang minang kabau," katanya. Pada kesempatan tersebut, Kepala Pusat Pengembangan Perfilman, DR Maman Wijaya memberikan apresiasinya dengan kegiatan ini. "Langkah awal munculnya pelaku seni di Kota Padang. Bibit-bibit kreatif dunia perfilman di ranah minang sudah ada," katanya. Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sumatera Barat, Burhasman Bur pun merasakan lega dan bahagia. "Saya berharap Ray Sahetapy memberikan motivasi yang mengapresiasi, dorongan dan motivasi terhadap pelaku film di Sumbar," ucap Burhasman Bur didampingi Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Media Desain dan Iptek, Aprimas dan Kasi Pengembangan dan Perlindungan Produk Ekraf Berbasis MDI, Anita Dikarina.