Solok Selatan Catatkan Tiga Rekor MURI

Padang Aro - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, mencatatkan tiga rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sekaligus untuk ketegori Rumah Gadang terbanyak dalam satu kawasan, Rumah Gadang Terpanjang dan Peserta Lomba Memasak Pangek Pisang terbanyak. Ketiga piagam rekor MURI tersebut diserahkan oleh Senior Manager MURI, Ngadri kepada Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria disaksikan oleh Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit, Wakil Bupati Solok Selatan Abdul Rahman, penggiat pariwisata Sumbar Yulnofrins Napilus beserta Kepala Dinas Budaya pariwisata Pemuda dan Olahraga setempat Doni Hendra, di Padang Aro, Rabu. Senior Manager MURI Ngadri mengatakan, rekor MURI untuk kawasan seribu rumah gadang dicatat dengan nomor 7514/R.Muri/VIII.2016 dengan satu kawasan dengan rumah gadang terbanyak. "Kita baru mengetahui apabila ada rumah gadang yang merupakan rumah tradisional Minangkabau yang masih terjaga, dan dengan jumlah banyak berada di satu kawasan yang dilestarikan," katanya. Ia menyebutkan, keunikan dan keindahan arsitektur rumah gadang ini juga diadopsi oleh Belanda dan Solok Selatan bisa melestarikannya dalam satu kawasan dengan jumlah yang masih banyak. Pencatatan MURI yang kedua yaitu Rumah Gadang Panjang di Nagari Abai Kecamatan Sangir Batang Hari dengan nomor 7515/R.Muri/VIII.2016. Sedangkan yang terakhir piagam MURI diberikan untuk Peserta Lomba Memasak Pangek Pisang terbanyak dengan nomor 7516/R.Muri/VIII.2016. Sementara itu, Bupati Solok Selatan mengatakan, dengan adanya pencatatan oleh MURI tentang dua destinasi wisata dan satu kuliner tradisional ini, maka akan sangat bermanfaat dan patut dibanggakan serta sebagai bahan promosi Solok Selatan ke depannya. "Kita harus bersatu untuk mengembangkan potensi wisata di Solok Selatan dan dengan adanya pencatatan oleh MURI ini maka akan mempermudah promosi wisata," katanya. Ia menjelaskan, untuk pangek pisang merupakan panganan wajib selain nasi ketika kegiatan adat dilaksanakan oleh masyarakat secara turun temurun, dan hingga sekarang masih terjaga. "Kita perlu melestarikan berbagai budaya dan kuliner tradisional yang sudah ada dan dijadikan ikon daerah untuk promosi," katanya. Sedangkan Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit mengatakan, Solok Selatan merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi wisata yang memadai, tetapi lokasinya cukup jauh dari ibu kota provinsi, sehingga harus memiliki keunikan tersendiri. "Dengan pangek pisang dan kawasan seribu rumah gadang yang tidak dimiliki daerah lain maka Solok Selatan sudah memiliki keunggulan dan membuat wisatawan mau berkunjung," jelasnya. (Jn)