Kemenpar RI Dorong Sumbar Kembankan Wisata Halal melalui Pelatihan Pemandu

PADANG - Kementerian Pariwisata yRI mengadakan pelatihan bagi 50 pemandu pariwisata di 19 kab/kota se-Sumbar mulai 22-26 Juni 2016. Pelatihan kepamanduan pariwisata ini dibuka secara resmi Wakil Gubernur Sumatera Barat H. Nasrul Abit di Hotel Mercure Padang, Rabu (21/6/2016).

Wagub Summatera Barat H. Nasrul Abit mengatakan pada 12 mai 2016 lalu Gubenrur mendeklarasikan Sumbar menjadi wisata halal yang ditandatangani 19 kab/kota. Wisata halal bukan hanya sekdar konsep semata tetapi juga diringi komitmen kab/kota dalam mewujudkan pariwsata halla itu, Pariwiwiata halal halal dari segi makanan, kebersihan dan halal dari nilai yang menyimpang yang tertuang dalam konsep ABS-SBK.

"Wisata halal bukan hanya isapan jempol saja tetapi menjadi komitmen bersama dari pelaku pariwisata kab/kota dan pemandu pariwisata untuk menceritakan tentang kepariwisataan itu dan yang paling penting adanya certifikasi di rumah makan dan tempat obyek wisata," katanya.

Katanya, Ini menjadi tugas pemandu pariwisata memperomosikan destinasi dengan cerita ataupun legenda di destinasi itu sehingga wisatawan nyaman dan betah datang berkunjung di destinasi pariwisata tersebut

"segera laporkan jika adanya tarif parkir seenaknya dan tarif makanan yang pakai kalkulator rusak adukan keluhan anda ke 082387418181," ujarnya
Pariwisata halal artiny halalr dai segi mekanan, adanya tarif yang jelas kebersihan toilet, tersedianya tempat ibadah dan fasilitas lainnya.

Dia meminta pmmerintah kab/kota harus sudah menyelesaikan master plan kepariwisataannya pada Desember 2016 menatang. "Pemprov akan memilih mana dsetinasi yang layak untuk dikembangkan dengan bantuan APBD provinsi 60% dan daerah 40%," ujarnya.

Terkait wisatawan asing, katanya Bukan berarti sumbar tidka boleh adanya bule itu salah, Wisata halal juga mmeprkenalkan produk halal kepada turis dan masyarakat lokal lainnya.

"Kita mentargetkan tahun 2017 mendatang kunjungan wisatwan asing sebanyak 86 ribu dan 72 wisatawan nusantara menikmati keindahan pariwisata Sumbar," jelasnya.

Nasrul Abit mengingatkan pemerintah kabupaten dan kota yang memiliki destinasi wisata agar gencar menertibkan praktik pungutan liar di sejumlah obyek wisata karena dapat memperburuk citra pariwisata.

"Kami minta aksi pungutan liar yang meresahkan wisatawan di obyek wisata agar diberantas, sehingga tidak membuat pariwisata Sumbar menjadi terpuruk," katanya.