Dinas Parekraf Sumbar Bekali 50 Pengelolah Homestay Sumbar dengan Halal Tourism

PADANG - Sekarang Pemerintah Provinsi Sumbar melalui Dinas Parekraf Sumbar mengadakan pembekalan SDM halal tourism kepada 50 pengelolah home stay di 19 kab/kota se-Sumbar di Hotel Axana, Padang Rabu (1/6)-Jumat (3/6). Dengan tema "Melalui pembeklan SDM pariwisata mari kita wujudkan wisata halal di Sumbar". Pembekalan ini dibuka secara resmi Kadis Pariwisata Sumbar yang diwakili Kabid Pengembangan Destinasi Drs. Federda E. MM

Kabid Pengembangan Destinasi Drs. Federda E. MM mengatakan Sumatera Barat salah satu dari lima lokasi pengembangan desinasi wisata halal tahun 2016, jadi pengembangan wisata halal perlu keseriusan dari pengelolah home stay dan hotel melalui sosialisasi secara luas kepada karyawan dan pengunjung. "Saya ingatkan pengelolah homestay harus berani menegaskan wisata halal kepada tamu, tamu yang datang harus pasangan resmi, makanannya halal, dan segala sesuatu halal dengan menggunakan pendekatan dan komunikasi yang baik," katanya.

wisata halal merupakan bagian dari wisata yang memfasilitasi dan memudahkan wisatawan muslim dalam beribadah, mendapatkan makanan halal, mendapatkan nilai tambah dari perjalanannya dan terhindarkan dari kemaksiatan dan kemungkaran.

Wisata halal sudah seperti wanita cantik yang diperbutkan banyak laki-laki dan sudah menjadi trend dunia, hal ini dibuktikan Lombok meraih tiga kategori sekaligus antaralain Worlds Best Halal Tourism Destination, Worlds Best Halal Honeymoon Destination, dan Worlds Best Family Friendly Hotel. "Wisata halal merupakan tidak saja makanan saja tetapi seluruh aspek yang menyangkut tentang proses penginapan itu halal. karyawan yang memakai jilbab dan berperilaku Islami," ujarnya.

Dosen Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung, Ananta Budhi Danurdara mengungkapkan Wisatawan muslim akan mencari pengalaman liburan yang sesuai dengan nilai-nilai mereka dan Indonesia adalah salah satu tujuan utama para turis untuk menuju pasar global. Ada 5 komponen yang dimasukan kementerian Pariwisata untuk sektor Usaha Wisata Halal yaitu: Sektor Kuliner, Fashion Muslim, Perhotelan & Akomodasi, Kosmetik & Haji Umroh Peluang Usaha Wisata Halal.

Indonesia memiliki tiga provinsi yang sudah ditetapkan sebagai tujuan wisata halal yakni Aceh, Sumatera Barat dan Nusa Tenggara Barat. Untuk mendongkrak kunjungan wisata Halal, Kemenpar RI memberlakukan Bebas Visa Kunjungan (BVK). Saat ini Indonesia dikunjungi kurang lebih 936 ribu wisatawan muslim, sedangkan Malaysia dengan jumlah kunjungan 3,264 juta wisatawan muslim, jadi Indonesaia masih kalah dengan Malaysia.