Yogie dan Resti Didaulat Sebagai Uda Uni Kota Padang 2016

PADANG - Malam grand final Duta Wisata Uda Uni Kota Padang 2016 di Hotel Bumi Minang, Jumat (13/5/2016), Yogie Tio Prakoso dan Resti Mailisa tampil sebagai Uda Uni Kota Padang 2016 usai menyisihkan 14 pasang peserta lainnya. Keduanya terpilih setelah melalui proses penjurian yang cukup alot. Mereka dianggap tepat karena mampu memenuhi kriteria yang ditetapkan lima dewan juri.

Walikota Padang, H. Mahyeldi Dt Marajo berharap Uda Uni Kota Padang yang nantinya menjadi duta wisata mampu melestarikan dan memperkenalkan budaya serta pariwisata Kota Padang. Tidak hanya itu Uda Uni Kota Padang juga diharapkan mampu bersinergi dengan seluruh lapisan.

"Yang terpenting, kita mengharapkan Padang menjadi kota tujuan wisata dengan keelokan dan kelincahan duta wisata yang mampu bersinergi dengan berbagai lapisan," harap Walikota kepada seluruh grand finalis.

Mahyeldi menuturkan, ajang Uda Uni Kota Padang merupakan ajang kampanye Kota Padang ke dunia luar. Karena itu, Uda Uni Kota Padang mesti menguasai sejumlah kriteria, diantaranya seperti menguasai bahasa asing, pemahaman agama yang baik, serta seni dan budaya.

"Duta Wisata otomatis berfungsi sebagai Public Relation (PR) yang akan mengembangkan potensi wisata ke tingkat nasional maupun internasional," tukas Walikota.
Ajang pemilihan Uda Uni Kota Padang adalah bahagian yang tak terlepas dengan kepemudaan. Ditekankan Walikota, saat ini potensi kepemudaan di Indonesia cukup besar dan begitu diperhitungkan. Potensi pemuda Indonesia cukup besar di kawasan Asean. "Potensi pemuda Indonesia menyumbang 30 persen untuk lingkup Asean," terang Walikota.

Karena itulah, Mahyeldi berharap potensi pemuda mesti dikanalisasi. Tersalurkan dengan baik. Salah satunya lewat ajang pemilihan Duta Wisata Uda Uni Kota Padang.
"Jika potensi tidak tersalurkan, akan mengalir ke tempat lain, menjadi negatif dan merugikan negara," ungkap Walikota.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Padang, Medi Iswandi menyebut bahwa saat ini pariwisata Kota Padang tengah berupaya mendapat peran secara nasional. Berbagai upaya telah dilakukan seperti revitalisasi sejumlah objek wisata.

"Semuanya itu tentu merupakan peluang bagi Duta Wisata untuk memperkenalkannya," harap Medi.
Namun begitu, Medi tak ingin Duta Wisata hanya sebagai pelengkap saja. Akan tetapi juga memiliki program yang dapat menyentuh daerah-daerah objek wisata.

"Bagaimana mengupayakan warga di sekitar objek wisata sadar sapta pesona dan memberikan pelayanan baik kepada pengunjung," harapnya.
Sebelumnya, salah seorang juri Uda Uni Kota Padang 2016, Sari Lenggogeni, berharap Uda Uni terpilih agar mampu menjadi duta wisata. Tidak hanya dituntut cerdas,
inovatif dan kreatif, tetapi juga memiliki komitmen untuk menbantu mendorong pengembangan pariwisata Kota Padang.

"Pesatnya pengembangan Pariwisata di Kota Padang, tentu harus diiringi dengan munculnya generasi muda millenial. Duta wisata sebagai idea centres, tidak hanya cerdas, inovatif dan kreatif, dan yang paling penting, memiliki komitmen untuk membantu mendorong pengembangan pariwisata di Kota Padang," harap Sari.

Pada malam grand final itu, Uda Kota Padang 2016 menerima hadiah dari Ketua Dekranasda Kota Padang, Ny Harneli Mahyeldi. Sedangkan Uni Kota Padang 2016 menerima hadiah dari Ketua GOW Kota Padang, Ny Eti Emzalmi.

Yogie Tio Prakoso yang dinobatkan sebagai Uda Kota Padang 2016 merupakan mahasiswa Teknik Elektro Universitas Andalas. Sedangkan Resti Mailisa yang terpilih sebagai Uni Kota Padang 2016 tercatat sebagai Akuntansi Internasional Unand, Vice Presiden AIESEC.

Malam itu juga dinobatkan Uda-Uni Duta Lingkungan yang disematkan kepada pasangan Tommy Thakbiransa dan Nadia Fadilla. Uda-Uni Duta Peduli HIV AIDS, kepada Muhammad Anugrah Apridio dan Insaniah Mumtaz N. Uda-Uni Fotogenic, untuk Agnes Purnama Desri dan Rezi Rovelly. Uda-Uni Berbakat, Muhammad Akbar dan Mellya Dewi Fajar.

Uda-Uni Favorit kepada Yogie Tio Prakoso dan Bunga Bendang Sari. Uda-Uni Intelegensia, Faisal Tanjung dan Evelynd. Uda-Uni Wakil II, Mochammad Eri Ismail dan Febraningsih. Serta, Uda-Uni Wakil I, Awalsyah Dammara Fajar dan Gaby Devenski.