Sumbar Bentuk Tim Verifikasi Kesiapan KEK

Padang - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mengkaji, lokasi mana yang layak dijadikan Kawasan Ekonomi Kreatif (KEK) di daerah itu.

"Masing-masing mengaku telah menyediakan lahan. Kita harus verifikasi dulu. Nanti setelah jelas, kami akan fokuskan untuk menjadikannya KEK," kata Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno dalam Rapat Koordinasi Pengembangan Pariwisata Sumbar di Padang, Kamis.

Dan Ia menambahkan, dalam rapat koordinasi itu, masing-masing kepala daerah meminta agar daerahnya menjadi KEK, Kabupaten Pesisir Selatan menyatakan "Bukik Ameh" di Kawasan Wisata Mandeh siap menjadi KEK, karena lahan seluas 500 hektare telah tersedia.

Bupati Tanah Datar, Irdinansyah Tarmizi minta Istano Pagaruyung untuk dijadikan KEK karena lahan yang tersedia cukup luas serta jumlah kunjungan pertahun saat ini juga cukup tinggi mencapai 5.400 orang.

"Tidak hanya itu, Pagaruyung juga memiliki keunggulan historis, pusat pemerintahan kerajaan Minangkabau," ujar dia.
Sementara, Bupati Mentawai Yudas Sibagalet menambahkan, pihaknya telah menyiapkan lahan seluas 300 hektar di Siberut dan siap untuk menjadi KEK di Sumbar.
Kabupaten Limapuluh Kota juga mengusulkan ikon wisatanya, Lembah Harau untuk menjadi KEK.

"Usulan ini tentu kami terima, tetapi agar jelas bagaimana kesiapannya, harus diverifikasi langsung ke daerah," ujar Irwan.
Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Arief Yahya meminta Pemprov Sumbar agar segera menentukan satu destinasi wisata di wilayahnya yang layak dijadikan sebagai ikon sekaligus menjadi prioritas untuk dikembangkan.

Ia menjelaskan, jika sudah dilakukan penetapan dan diusulkan pada Kemenparekraf, maka pemerintah pusat akan memberikan sejumlah fasilitas untuk mendorong pengembangan wilayah dimaksud.

"Kami sudah tentukan 10 destinasi wisata yang akan kami jadikan Bali baru, yakni destinasi yang dikembangkan untuk mampu menyedot kunjungan wisata yang tinggi. Kalau Sumbar juga ingin, harus dipilih satu destinasi yang mungkin layak dijadikan ikon atau mungkin disiapkan menjadi KEK," sebutnya.

Ia menyebutkan, 10 destinasi wisata di Indonesia yang direncanakan dikembangkan menjadi Bali baru yakni Tanjung Kelayang, Danau Toba, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu, Borobudur, Bromo, Mandalika, Labuan Bajo, Wakatobi, Morotai.

Sumatera Barat bisa menyusul, tentunya dengan mempersiapkan syaratnya.

"Fasilitas yang diberikan untuk pengembangan destinasi wisata diantaranya pembangunan infrastruktur hingga pengurangan pajak. Siapkan lahan 400 sampai 500 hektare, kami dari pusat juga akan dorong investor masuk ke situ," jelasnya.