Festival Pesona Mentawai

Festival Pesona Mentawai 2018 akan dilaksanakan di Pulau Siberut di Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Acara yang akan digelar pada 1 hingga 4 November 2018, ini lokasinya meliputi seluruh lingkungan pusat Kecamatan, seperti Maileppet, Muntei, Puro dan Muara Siberut.

Pada gelaran hari pertama festival Pesona Mentawai 2018, akan dimulai dengan pawai budaya yang diikuti oleh peserta baik siswa sekolah SD hingga SMA juga remaja dan umum yang akan menggunakan pakaian adat Mentawai.

Pada acara puncak yang digelar keesokan harinya, berbagai lomba mengenai budaya Mentawai, diantaranya prosesi tato Mentawai, kuliner tradisional Mentawai masak sagu kapurut, fashion show pakaian adat Mentawai, lomba panah, Lomba selaju sampan, lomba cipta lagu anak-anak serta kegiatan lainnya.

Akan ada juga perlombaan kreasi mumanai atau berhias dengan menggunakan atribut budaya Mentawai. Mumanai atau kreasi memasang aksesori di kepala wanita Mentawai yang tampak berbeda karena ada arti dan nilai masing-masing. Selain itu juga akan digelar kegiatan Kampung Bersih, di desa Muntei, Maileppet, dan Muara Siberut.

Selasa (5/4), Menteri Pariwisata (Menpar) RI, Arief Yahya resmi me-launching Festival Pesona Mentawai 2016 di Balairuang Soesilo Soedarman Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata di Jakarta.

Dalam Peresmian ditandai dengan pemukulan gajeumak, gendang khas Mentawai oleh menteri bersama Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit, dan Bupati Mentawai Yudas Sabbagalet.

“Festival Pesona Mentawai ini adalah yang pertama kita gelar. Kegiatannya banyak sekali. Ada alam, sport, maupun atraksi kesenian. Tambahan lainnya, juga akan didukung oleh Kla Project, Katon Bagaskara-nya,” sebut Arief.

Dan juga Selain menyokong pelaksanaan festival yang akan berlangsung 19-24 April ini,namun Kementerian Pariwisata RI disampaikannya juga menetapkan Mentawai sebagai Kawasan Strategis Wisata Nasional. “Tahun ini juga akan kita buat master plan-nya,” tambahnya.

Sementara Bupati Mentawai, Yudas Sabbagalet berterima kasih atas sokongan Kemenpar dengan pelaksanaan festival dengan tagline “My Islands, My Water dan My Ocean” itu. “Ini adalah bentuk awareness terhadap sikap masyarakat pulau yang menjaga khasanah budaya daerah,” katanya.

Di Mentawai terdapat 70 spot surfing, 30 spot diving, dan 38 spot pemancingan. “Tamu ke Mentawai memang didominasi peselancar. Mereka tidak terpengaruh kondisi apapun. Setahun lalu hanya 5.800 dan sekarang mencapai 7.000 surfer. Lama tinggal tiga bulan atau 90 hari dengan rata-rata pengeluaran satu malam 200 US dollar,” jelasnya