KADIN : Kemajuan Pariwisata Sumbar Bangkitkan Industri Makanan

Padang - Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Sumatera Barat (Sumbar), Asnawi Bahar mengatakan terjadinya kemajuan pariwisata di provinsi tersebut telah membangkitkan industri Pengolahan Makanan Ringan.

"Kedatangan tiga juta orang wisatawan di Sumbar ikut menggugah industri pengolahan makanan menyajikan makanan khas yang berkualitas," katanya saat menjadi Narasumber Seminar dengan judul Prospek Pengembangan Industri Kecil Sumbar, di Universitas Andalas Padang, Rabu.

Dia menyebutkan bukti kebangkitan dari industri makanan ini yakni meningkatkan keuntungan dari beberapa perusahaan seperti Shirley dan Christine Hakim dari pada tahun sebelumnya.

Meski dia tidak menyebutkan jumlah secara rinci, menurutnya kenaikan ini akibat semakin banyaknya wisatawan yang membeli produk kedua perusahaan makanan tersebut.

Hal ini, tambah dia, juga berdampak pada industri kecil yang menopang keduanya. Seperti industri kecil Kerupuk Sanjai di Bukittinggi, Galamai di Payakumbuh atau Karupuk Kili Kili di Agam.

Sebab selama ini baik Shirley maupun Christine Hakim tidaklah berdiri sendiri melainkan ditopang oleh banyak industri kecil di daerah tersebut, tambahnya.

Semakin banyak wisatawan yang datang maka semakin besar juga peluang industri makanan ini berkembang, ujarnya, Selain industri pengolahan makanan, kemajuan pariwisata ini juga berdampak positif pada rumah makan dan kafe," katanya.

"Kemajuan pariwisata juga bisa berdampak berkembangnya industri kecil menengah lain seperti kerajinan dan pakaian," lanjut dia yang juga Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) tersebut.

Sementara itu salah satu warga yang tinggal di tepi Pantai Padang, Ismet Iskandar saat dihubungi menyebutkan bahwa adanya penambahan wisata meningkatkan jumlah pembeli di warungnya.