DPRD: Pengembangan Kuliner Kota Tua Libatkan Masyarakat

Padang - DPRD Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), meminta pemerintah setempat untuk melibatkan masyarakat dalam wacana pengembangan kuliner di kawasan kota tua daerah itu.

"Pengembangan kawasan itu disarankan bermuatan lokal. Jika tidak dalam pengelolaannya, libatkan masyarakat dalam penyediaan bahan baku," kata anggota Komisi IV DPRD Padang, Muharlion di Padang, Senin.

Ia menambahkan pertumbuhan pariwisata tidak dapat dipisahkan dari kuliner yang kondusif dan harga terjangkau sehingga pelibatan masyarakat setempat untuk menyukseskannya perlu dipertimbangkan.

Menurutnya, pemerintah bersama masyarakat setempat bisa sama-sama memikirkan dan berdiskusi terkait ikon makanan yang akan dijadikan ciri khas di kawasan itu.

"Tentunya mengutamakan cita rasa serta benahi berbagai permasalahan terutama soal harga," ujarnya.

Ia menegaskan pemerintah diharapkan mampu menampung produk masyarakat setempat untuk menumbuhkan usaha mikro, sekaligus mewujudkan program unggulan pemkot lainnya dalam menciptakan wirausahawan baru.

Terkait rancangan pengembangan kota tua, khususnya dalam kuliner, ia mengatakan pihaknya belum menerima rancangannya.

Anggota Komisi III DPRD Padang Iswanto Kwara, sekaligus tokoh masyarakat setempat menyampaikan bahwa dia pernah mendengar wacana pengembangan kawasan kuliner tersebut.

"Kabarnya akan ada agenda diskusi antara pemkot dan masyarakat setempat dalam waktu dekat," ujarnya.

Ia meminta pemerintah kota (pemkot) segera mendiskusikan rancangan dan menampung aspirasi warga sehingga program itu benar-benar terlaksana maksimal. Bukan hanya semata-mata kepentingan pemkot, melainkan kepentingan bersama.

Selain itu, ia menyampaikan terkait rancangan tempat kuliner, harus ada konsep yang jelas agar tidak menimbulkan masalah baru karena dikabarkan jalanan di sekitar akan ditutup.

Sementara Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Padang, Medi Iswandi mengatakan perlu mewujudkan masyarakat sadar wisata untuk dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah tersebut termasuk sebelum menciptakan suatu kawasan wisata.

Menurutnya, untuk membuat masyarakat sadar wisata tidak cukup dengan hanya memberikan sosialisasi atau penyuluhan saja, melainkan harus lebih gencar dengan pemanfaatan objek wisata itu sendiri bagi mereka.

Ia menambahkan tiap masyarakat terutama yang berdomisili di sekitar objek wisata Padang harus diusahakan mendapatkan manfaat dengan diadakannya aktivitas perekonomian di kawasan wisata yang ada termasuk kota tua.

"Kami terus berusaha bersama dinas-dinas terkait agar ada aktivitas perekonomian yang menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat," ujarnya