Kemenpar Promosikan Wonderful Indonesia di ITB Berlin

Berlin - Kehadiran Paviliun Indonesia di Bursa Pariwisata Internasional (ITB) Berlin 2016 tidak sekedar mempromosikan berbagai objek wisata di Indonesia tetapi juga membangun "branding" serta melakukan promosi Wonderful Indonesia, kata Kementerian Pariwisata.

"Kami berupaya mengintegrasikan ketiganya tidak saja promosi Wonderful Indonesia tetapi juga membangun branding serta melakukan advertising," kata Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pasar Eropa, Timur Tengah dan Afrika Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Nia Niscaya kepada Antara London, Rabu.

Tidak heran jika di sepanjang Gedung Messe Berlin tempat pameran pariwisata yang diikuti 10.000 peserta dari 185 negara dan dihadiri sekitar 23.000 convention visitors itu dibalut dengan promosi Wonderful Indonesia.

Nia Niscaya mengatakan untuk membangun branding itu Kemenpar memasang iklan di mana mana dalam upaya untuk lebih
mengitegrasikan antara branding dan selling sekaligus advertising, dengan demikian konsepnya akan lebih fokus dan terstruktur.

Ia mengharapkan dengan terintegrasinya promosi, branding dan advertising maka target Indonesia untuk mendatangkan wisatawan mancanegara sebesar 12 juta tahun 2016 akan dapat tercapai.

Selain membangun branding dengan membalut Gedung Messe Berlin dengan foto berbagai objek wisata di Indonesia, delegasi Indonesia juga menggelar konferensi pers yang dihadiri sekitar 100 wartawan mancanegara yang meliput ITB Berlin yang berlangsung 9 hingga 13 Maret 2016.

Dalam paparannya, Nia Niscaya menjelaskan berbagai upaya yang dilakukan Indonesia dalam upaya mempromosikan berbagai objek wisata serta target yang ingin capaian dari 9,4 juta wisatawan tahun 2014 menjadi 20 juta tahun 2019.

Diharapkannya dalam lima tahun pariwisata akan memberikan kontribusi bagi ekonomi negara dari sembilan persen tahun 2014 akan naik menjadi 15 persen tahun 2019. Selain itu secara keseluruhan diharapkan indek perjalanan Travel and Tourism Competitiveness index (TTCI) Indonesia akan meningkat dari 70 tahun 2014 menjadi peringkat 30 tahun 2019.

Dengan gencarnya Indonesia melakukan branding dalam berbagai pameran yang menjadi strategi Kementerian Pariwisata berada di posisi nomor empat setelah Jepang, India dan Singapura. "Indonesia berada diatas Hongkong, Korea, Thailand dan Malaysia," ujarnya dengan posisi 47 dengan poin 74,8.

Sementara itu Dubes RI di Jerman, Fauzi Bowo menyelaskan mengenai paket pariwisata yang meliputi antara lain peraturan visa turis gratis untuk 75 negara dan relaksasi tindakan kustom, imigrasi dan karantina untuk kapal pesiar dan yacht.

Selain itu, di sektor perhotelan telah dibuka untuk investasi asing langsung, yang melibatkan misalnya 67 persen kepemilikan asing untuk agen tur, lapangan golf, industri makanan dan minuman, dan 100 persen kepemilikan asing untuk restoran, pusat olahraga dan di industri film, termasuk film yang distribusi.

Sebagai ilustrasi kecil dari dampak langsung pada pariwisata Indonesia dengan pelonggaran peraturan untuk kapal pesiar dan yacht, sejak Januari Pelabuhan Sabang, pelabuhan kecil di Aceh di bagian paling barat Indonesia, yang jaraknya 1.900 km dari Jakarta, telah menerima lima kapal pesiar merapat di pelabuhan.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga menyampaikan proyeksi pertumbuhan bidang pariwisata sebesar 4,3 persen untuk 2016 oleh IPK Dunia Travel Monitor yang didorong oleh perjalanan jarak jauh dan industri pariwisata di Asia.