Pada Tahun 2015 Sumbar Dikunjungi 48.755 Wisatawan Asing

Padang - Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat (Sumbar), mencatat provinsi itu dikunjungi 48.755 wisatawan asing sepanjang 2015 atau turun 13,11 persen dibandingkan 2014 yang pada saat itu mencapai 56.111 orang.

"Kunjungan paling dominan berasal dari Malaysia disebabkan masih satu rumpun sehingga banyak persamaan budaya," kata Kepala BPS Sumbar, Dody Herlando di Padang, Senin.

Menurut dia Sumbar punya potensi alam yang indah oleh sebab itu harus dioptimalkan pengelolaannya agar tingkat kunjungan lebih meningkat dan juga Bila perlu instansi terkait lakukan peninjauan apa yang dilakukan dan disukai wisatawan yang berkunjung tersebut untuk meningkatkan pelayanan," ujar dia.

Menurutnya di secara angka kecenderungan kunjungan sudah cukup baik namun perlu didorong lagi agar terus meningkat lagi pada tahun-tahun yang akan datang.

Sementara, jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung pada Desember 2015 mencapai 5.302 orang, atau meningkat 10,21 persen dibanding November 2015 yang tercatat 4.811 orang.

Ia menyebutkan wisatawan mancanegara yang paling banyak berkunjung ke Sumbar pada Desember 2015 berasal dari Malaysia sebanyak 4.519 orang , Australia 80 orang dan Thailand 44 orang.

Kemudian, Tiongkok 21 orang, Jepang 13 orang, Amerika Serikat 12 orang, Singapura 11 orang, Inggris 8 orang, Jerman 3 orang dan negara lainnya 579 orang.

Dan juga dalam hal ini Ia memastikan jumlah yang terdata tersebut adalah wisatawan yang masuk melalui imigrasi di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dan Pelabuhan Teluk Bayur, jika sebelumnya dari Jakarta atau Medan maka akan di data di bandara kedatangan.

Sebelumnya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumbar, Puji Atmoko menilai salah satu upaya yang harus dibangun di daerah ini untuk meningkatkan kunjungan wisatawan adalah membangun masyarakat yang sadar wisata.

Dilihat dari wisata lain merupakan Bali dan Yogyakarta menjadi daerah kunjungan wisata tertinggi di Indonesia karena masyarakatnya sudah sadar wisata.

Dan Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (Asita) Sumbar, Ian Hanafiah mengatakan saat ini penerbangan langsung ke Padang dari luar negeri hanya ada dari Kuala Lumpur yang dikelola oleh maskapai Air Asia.

Ia menilai perlu ada tambahan maskapai agar tidak terjadi monopoli rute sehingga harga tiket menjadi bersaing dan lebih terjangkau yang pada akhirnya akan meningkatkan jumlah kunjungan pada wisata disumbar.